Gedung Sekolah Banyak Yang Rusak Imbas Pandemi, Saat Ini Sebanyak 924 Ruang Kelas Di KBB Sudah Diperbaiki

Bupati Bandung Bandung Barat, hengki Kurniawan didampingi kepala sekolah SMP Negeri 1 Padalarang meninjau siswa yang sedang UAS dan juga ruangan kelas yang sudah diperbaiki. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU-Selama dua tahun, sejak tahun 2020 kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring, sehingga ruang kelas di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bandung Barat tidak digunakan. Oleh karenanya, ketika terjadi kerusakan ringan seperti bocor, tidak akan diketahui sampai akhirnya kerusakan bertambah parah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rustiyana

Hengki menjelaskan, akibat banyaknya kerusakan pada bangunan sekolah, untuk yang rusak berat dan rawan ambruk pada akhirnya dirobohkan. Perobohan ini dilakukan secara resmi dengan membuat berita acara.

“Tidak asal merobohkan tapi mesti ada ajuan dari pihak sekolah ke Bendahara Barang Disdik KBB dan Bidang Aset pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) KBB. Syaratnya juga mesti yang dinilai membahayakan atau rawan roboh, tahun lalu juga ada ruang kelas yang terpaksa harus dirobohkan,” kata Asep.

Ia juga mengatakan selama kurun waktu 2021 sampai 2023 pihaknya langsung merehabilitasi dan membangun ruang-ruang sekolah yang sudah rusak. Tercatat 942 ruang kelas yang mengalami kerusakan baik ringan, sedang, maupun berat.

“Alhamdulillah secara bertahap perbaikan ruang kelas setiap tahun kami lakukan. Selama tiga tahun terakhir sudah 942 ruang kelas yang direhabilitasi dan dibangun. Baik sumber anggarannya berasal dari APBD KBB, provinsi maupun pusat,” ungkap Asep Dendih.

Ia memerinci, rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas pada tahun 2021 sebanyak 127 ruang terdiri dari 59 ruang SD dan 68 ruang SMP.

Kemudian pada tahun 2022, sebanyak 259 ruang kelas dibangun dan diperbaiki, terdiri dari 154 ruang SD dan 105 ruang SMP.

“Dan tahun 2023 diperbaiki dan dibangun 556 ruang kelas. Rinciannya 389 ruang SD dan 167 ruang SMP,” tegasnya.

Ia menambahkan, perbaikan dan pembangunan ruang kelas akan dilanjutkan pada 2024 dengan sumber pendanaan dari APBD dan APBN

“Kami pun terus melakukan sosialisasi kepada seluruh SD dan SMP dalam pengajuan melalui validasi data Dapodik untuk sarana prasarana. Harapannya Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2024 lebih maksimal,” tuturnya.

“Di Dapodik data harus dibuat se-real mungkin. Dengan demikian sekolah dalam menginput data kerusakan sesuai data real, jangan ada yang sampai ditutupi,” kata Asep Dendih menambahkan.

Menurutnya, perbaikan ruang kelas itu tak ubahnya memperbaiki jalan. Ketika yang satu selesai diperbaiki, muncul ruang kelas baru yang rusak.

“Bisa saja rusaknya karena bencana, seperti banjir, longsor dan angin kencang,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *