BANDUNGSATU.COM – Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Bandung Barat bakal terus bergerak untuk memberikan pembinaan bagi setiap perguruan karate di wilayahnya. Sebagai upaya untuk memberikan pembinaan para atlit berpretasi.
Kendati kerap dihadapkan pada kondisi dunia olahraga di KBB yang terbentur anggaran. Namun, FORKI KBB berkomitmen untuk tidak terpaku pada dukungan pihak manapun.
” kita tidak akan terpaku pada pihak manapun, maupun tidak ada dukungan. Kita semua tahu kalau FORKI atau cabor itu bernaung di bawah KONI dan sekarang posisi KONI KBB tahu semua posisinya, anggaran Koni tidak begitu besar untuk membina para cabor termasuk Forki. Namun, dari sejak Porprov XIV Jabar sampai sekarang kita tidak terpaku ke KONI atau siapapun,” kata Ketua FORKI KBB, Asep Dedi Setiawan alias Bang Ucok kepada awak media.
“Yang penting kita itu terus bergerak dan saya sebagai ketua yang tanggung jawab,” tambahnya.
Menurutnya, mau ada dukungan dari manapun atau sebaliknya, pihaknya tidak mempermasalahkan. Namun, hari ini FORKI KBB mendapat dukungan luar biasa dari Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan dan sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah)
“Alhamdulillah, kita hari ini mendapat dukungan dari semua pihak, sehingga bisa melaksanakan kegiatan Gashuku ini,” katanya.
Tak hanya itu, lanjut dia, pihaknya pun bakal terus melakukan pembinaan mulai dari mulai usia dini sampai senior dan pembinaan itu dilakukan tidak hanya di FORKI, namun juga di perguruan yang berada di Kabupatan Bandung Barat.
“Esensinya menargetkan Pekan Olarahraga Daerah (POPDA) untuk olahraga pelajar kita harus bisa meraih mendali lebih banyak,” ujarnya.
“Selain itu, pada akhir Agustus ini pihaknya pun bakal melaksanakan seleksi Piala Bupati Cup yang tujuannya nanti untuk merekrut atlet yang bakal turun pada Porprov 2026,” imbuhnya.
Disinggung terkait bonus atlet pada Porprov XIV Jabar kemarin, ia mengaku, sesuai dengan informasi yang diterima nilainya masih Rp 50 juta, namun bakal dibayarkan dalam dua termin.
Menurutnya, hal itu dilakukan karena kondisi keuangan di KBB mungkin saat ini belum pulih pasca COVID-19 lalu.
“Meski dibayarkan Rp 25 juta dan bakal diberikan bulan Maret ini, tapi kita terima.Itulah kebijakan pemerintah, bagaimanapun kita terima,” tambahn Asep Dedi Setiawan.
Kendati dihadapkan dengan kondisi tersebut, kata Asep Dedi, dirinya memastikan tidak akan ada atlet FORKI KBB yang geser atau pindah dan mengharumkan daerah lain.
“Kalau FORKI aman tidak akan ada yang geser dan sampai mati ada di Bandung Barat,” tegasnya.
Ia pun tak memungkiri banyak dari atletnya yang diiming-imingi untuk pindah ke luar Bandung Barat, namun mereka tidak akan melakukan hal tersebut.
“Karena semangat kita berangkat dari kebersamaan dan semangat persatuan. Kita tidak melihat ke anggaran berapa bonus atletnya, tapi kita sepakat untuk membina dan setelah dibina mereka akan tetap di KBB,” bebernya.
“Jadi dari Bandung Barat, oleh Bandung Barat dan untuk Bandung Barat,” tandasnya.
Asep Dedi Setiawan, menambahkan menilai sejauh ini Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan memiliki kepedulian cukup tinggi terhadap dunia olahraga di Kabupaten Bandung Barat.
Ia mengatakan, sejauh ini Hengki memberikan perhatian kepada atlet dengan meningkatkan kesejateraan bagi para atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Bandung Barat diberbagai ajang pertandingan.
” Kami sepakat mendukung pak Hengki supaya melanjutkan jilid kedua, supaya menjadi Bupati Bandung Barat kembali tahun 2024 yang akan datang. Kami siap berjuang dan mendukung supaya beliau menjadi kembali,” tambahnya, Minggu (13/3). (*)






